Wednesday, 22 January 2014

Kodratku

Ada saatnya kita untuk berbicara, berdua, bukan dengan rangkaian kata-kata, tapi hati yang saling berkata. Apakah kamu tahu? Sebagai seorang wanita, sudah kodratku untuk menunggu kamu yang memulai segalanya. Tuntutanku sebagai seorang wanita, menerima. Namun, nyatanya memang ini jaman di mana segalanya tidak tergantung lagi dengan dan oleh siapa suatu hubungan dimulai. Aku, hanya ingin mempertahankan apa yang telah menjadi kodratku.

Sudah sejauh manakah kamu mengenalku? Aku rasa, mungkin kita belum benar-benar saling memahami dalam hubungan ini. Terlalu banyak kesalahpahaman yang menyebabkan hubungan yang kita jalani harus berakhir seperti ini. Saat aku menunggu kabar darimu, kamu pun melakukan hal serupa. Saat aku menunggumu untuk kamu ajak kencan, begitupun kamu, tetap melakukan hal serupa. Di antara kita, terlalu banyak gengsi untuk memulai segala sesuatunya. Aku tidak menyalahakanmu, dan, akupun tidak merasa bersalah. Hanya saja, ada hal yang aku sesali. Kenapa kita tidak mencoba untuk saling bicara?

Lagi, segala sesuatu dalam hubungan, harus ada jalinan komunikasi. Jujur, aku masih menyayangimu, dan saat aku ingin mengalah memulai segalanya, rupanya kamu sudah lelah. Jika boleh aku protes, akupun lelah, tapi aku mencoba untuk memperbaiki segalanya, walaupun pada akhirnya, kamu memutuskan untuk pergi.

Aku ingin bicara, mengeluarkan suara, aku ingin berteriak, aku ingin berkata bahwa aku sungguh tidak ingin akhir yang seperti ini. 3 minggu, dan hari ini harusnya genap satu bulan kita menjalin kasih. Bukankah terlalu cepat untuk mengambil keputusan? Tapi, apalah daya, aku hanya bisa mengikuti kodratku sebagai wanita, menerima. Hanya saja harapku, semoga kamu bisa belajar dari hubungan ini, menjalin hubungan yang lebih baik, walaupun bukan lagi denganku.



January 23rd 2014

Untuk kamu, December 23rd 2013.

No comments:

Post a Comment