Kenapa waktu selalu tidak tepat untuk kita? Saat rasa yang kumiliki masih sama, saat kamu mengungkapkan hal yang sama. Entah segalanya merupakan kebenaran atau hanya bualanmu saja. Aku tidak peduli, sungguh. Ketika kamu beri aku dua pilihan, hatiku memilihmu, namun akalku mengatakan sebaliknya. Tolong katakan padaku, apa yang seharusnya aku lakukan? Sesungguhnya aku tak rela, hatiku sesak, aku merasa kosong. Aku hanya ingin yang terbaik, tapi aku tidak tahu apa yang seharusnya kulakukan, Bukan maksudku mendua, bukan itikadku mencintai yang lain. Tapi ini adalah kamu, kamu orang yang pernah mencampakkanku, kini datang kembali dalam hidupku, dan mengungkapkan kata-kata yang tak terbayang olehku. Saat aku membuat keputusan ini, aku sesak, hatiku sakit, tapi apa dayaku? Aku bisa apa? Memang hanya ini yang bisa aku lakukan.
Berbagai alasan berkecamuk dalam kepalaku. Tentang bagaimana kau acuhkan aku, tentang bagaimana hubungan kita terbuang begitu saja. aku memilih, dan kau berubah kembali, menjadi orang yang sangat tidak ingin untuk aku ganggu. Aku menawarkan persahabatan, tapi bagimu itu hanyalah sia-sia saja. Entahlah, aku lelah memendam perasaan ini, kamu mau pergi lagi? Silahkan. Atau kau mau tetap tinggal? Jadilah sahabat terbaikku. Stay or Go, it's up to you. Bagaimana? Waktuku tak banyak :) Namun sekali saja aku ingin katakan, AKU MENYAYANGIMU.