Tuesday, 10 December 2013

SEUNTAI RASA 2

Jadi, beginikah kelanjutannya?
Atau semuanya sudah berakhir?
Jawablah..
Baik, seandainya hanya begini saja, mengapa tak kamu ambil semua rasa yang ada dalam hatiku?
Andai kamu tahu, rasa ini masih tersisa.
Sikap acuhmu membuatku tersadar akan satu hal.
Kamu tahu?
Aku sadar bahwa kamu tidak pernah menyukaiku.
Sedikitpun tidak.
Dan apakah kamu jauh ingin lebih tahu apa yang aku rasa?
Perih, sesak.
Andai tak pernah ada bohongmu
Tak pernah ada sentuhanmu
Tak pernah ada.. Ah entahlah apalagi tentang kamu
Aku tak ingin begini
Menyisakan rasa sakit
Bolehkah aku sedikit egois?
Aku hanya ingin kamu menjadi milikku
Salahkah itu ?
Jawablah...
Bibirku terlalu kelu untuk mengungkapkan rasa itu
Aku terlalu naif untuk memulainya
Dan aku tahu, sikapku ini sama saja dengan aku melepasmu
Kamu, mulai saat ini terbebas dariku
Tapi aku..
Mungkin tak akan pernah terbebas dari kamu
Entah untuk sementara atau dalam waktu yang lama
Sebenarnya aku tak pernah ingin kembali
Kembali bahagia dalam kebohonganmu
Kembali menyukaimu.

Monday, 9 December 2013

SEUNTAI RASA

Aku rindu kamu, sangat rindu.
Tapi akankah kamu tahu?
Akankah kamu merasakan hal yang sama denganku?
Rindu ini sangat menguras seluruh hatiku,
Memeras, dan bahkan mencekik tak tertahankan.
Kenapa kamu membuatku bahagia dengan kebohonganmu?
Dan kerapkali menjadi candu bagiku.
Ya, kehadiranmu seakan telah menjadi candu,
Membuat aku ingin dan terus ingin melihat dan berada di dekatmu.
Membuatku "sedikit" berharap, harapan yang semu mungkin.
Membuatku terbang melayang, namun dalam hitungan detik, jatuh tersungkur, sakit.
Sadarkah kamu betapa yang kamu lakukan sungguh manis namun menyakitkan?
Merayu, melihatku, tersenyum, tertawa, celoteh riangmu, ejekan, pelukan dan kecupan hangat di kening yang kamu berikan, itu sungguh membekas.
Bukan rasa ini yang salah, tapi caraku membiarkannya masuk begitu saja dan bertengger manis sepanjang waktu di relung hatiku.
Bisakah kamu ambil rasa yang kamu berikan padaku?
Sekarang, saat ini dalam sekejap mata.
Jika harus memilih, aku tak pernah ingin merasakannya.
Rasa yang orang menyebutnya dengan cinta.