Saturday, 31 May 2014

Kamu dan Tugas

Hari ini adalah hari terakhir dalam hitungan hari, namun awal dari hari di bulan juni. Aku sedang memikirkan bagaimana kelanjutan hidupku ke depan. Progres apa yang bisa kulakukan, hal apa yang akan terjadi esok, lusa dan seterusnya. Begitu banyak tugas yang siap menanti untuk aku kerjakan. Satu persatu tugas kucoba untuk selesaikan, begitu sulit kurasa. Namun aku selalu kembali pada prinsipku, "Make it easy, make it enjoy!". 

Hey sudah dua hari ini aku merasakan rindu yang tak tertahankan padamu, kekasihku. Dua hari yang kau tinggal tanpa kabar. Dua hari yang kau ukir untukku dalam kesendirian. Kemana kamu? Tidakkah kau rasa rindu? Kamu bilang akan memberiku kabar, kamu bilang kamu juga berat untuk menjalani hari tanpa aku. Tapi  ini yang terjadi. Lupakah kamu akan aku? Lupakah kamu jika kamu sedang tidak bersamaku? Tidakkah kamu kehilangan sesuatu?

Dua hal yang kini berkutat dalam otakku, kamu dan tugasku. Dua hal yang sungguh, sungguh menguras segala energi rasaku. Ah, mengapa begitu banyak hal yang berkutat dalam pikiranku. Tugas, harus kuselesaikan demi mencapai target minggu ini. Esok aku harus melakukan sebuah penelitian terhadap paper yang aku buat untuk ujian akhir yang diberikan bapak dosenku tersayang. 2 tahun lagi harus kujalani hari yang seperti ini, begitu disibukkan oleh tugas, dan kamu. Berbicara tentang kamu, kamu tahu bahwa aku sungguh sangat menyayangimu, aku selalu memberimu kabar walau sesibuk apapun hal yang aku lakukan. Begitu sulitkah untukmu melakukan hal yang sama? Bahkan ketika aku sedang mengerjakan tugasku pun, aku selalu menyempatkan waktu untukmu. Tak bisakah kau begitu?

Aku tak bermaksud untuk membuat kamu berubah, aku hanya khawatir jika kamu tak memberi kabar. Aku tak pernah bermaksud untuk posesif, tapi aku hanyalah wanita, ya wanita yang selalu menomorsatukan rasa. Begitu sensitif. Tahukah kamu begitu banyak hal yang aku pikirkan tentang kamu? Tentang bagaimana jika kamu berpaling, tentang bagaimana jika bukan hanya aku satu-satunya yang ada di hati kamu, dan lain sebagainya. Kamu pernah bertanya tentang keseriusanku, tidakkah kamu berpikir bahwa aku menjalani hubungan yang begitu serius dengan kamu? Bahkan sedetik pun aku tak pernah berpikiran untuk bermain-main denganmu. Berharap lebih? Ya kurasa aku terlalu banyak berharap dari kamu. Untuk itu aku ingin kamu mengerti.

Dan tugas, oh tugas.. Begitu suksesnya kamu membuat aku merasa tak berdaya, merasa penuh harapan yang tengah ada di ujung tanduk. Tidakkah kamu mengasihani aku tugas? Bisakah kamu sedikit bersahabat denganku? Tugas tugas dan tugas. Hhhh..

Tugas dan kamu, dua hal berbeda yang mempunyai satu kesamaan, yaitu, membuatku merasa aku bukanlah apa-apa.